Renungan Perumpamaan Anak Yang Hilang

Renungan Perumpamaan Anak Yang Hilang. Namun sebenarnya kisah tentang bapa yang baik hati, bapa yang murah hati dan mengampuni. Tentang domba yang hilang, dirham yang hilang dan anak yang hilang.


Renungan Perumpamaan Anak Yang Hilang

Renungan hari minggu iv prapaskah: Anak sulung adalah gambaran orang farisi dan ahli taurat; Namun kisah anak yang hilang memiliki keunikan dibandingkan kedua perumpamaan lain dimana.

Kali Ini Dengan Perumpamaan Anak Yang Hilang.

Kisah injil ini diberi judul “kisah anak yang hilang”; Anak sulung adalah gambaran orang farisi dan ahli taurat; Orang farisi dan ahli taurat serta para pendengar yesus lainnya bisa belajar dari pengalaman putra bungsu itu.

Paus Menjelaskan Bahwa Perumpamaan Itu Berbicara Tentang Kedua Anak Yang Hilang Dan Kakaknya, Yang Juga Perlu Belajar Untuk Menerima Belas Kasihan Ayah.

Dalam cerita atau perumpamaan ini, ada tiga tokoh yang menonjol:pertama, si anak sulung , kedua, si anak bungsu , dan sang bapa dari kedua anak. Kedua anak muda, yang mengharapkan untuk dihukum, dan anak yang lebih tua, yang mengharapkan hadiah untuk perilaku yang baik itu, tidak bertindak sesuai dengan kasih. Namun kisah anak yang hilang memiliki keunikan dibandingkan kedua perumpamaan lain dimana.

Anak Sulung, Bapa Dan Anak Bungsu.

Perumpamaan tentang anak yang hilang “barang siapa ingin menjadi serupa dengan allah, dengan menimba kekuatan darinya, janganlah ia meninggalkan dia, namun berpautlah padanya agar ia dapat menjaga rupa dan citra allah yang di dalamnya ia diciptakan.”

Images References :

Bapa, Berikanlah Kepadaku Bagian Harta Milik Kita Yang Menjadi Hakku.

Perumpamaan tentang anak yang hilang. Memperkenalkan perumpamaan anak yang hilang. Jika kita menghubungkan cerita ini dengan konteks ketika yesus menyampaikan perumpamaan ini, maka anak sulung adalah gambaran dari orang farisi dan ahli taurat;

Domba Yang Hilang , Dirham Yang Hilang Dan Anak Yang Hilang.

Renungan hari minggu iv prapaskah: Dalam perumpamaan anak yang hilang ada tiga tokoh yag menonjol, yaitu: Tentang domba yang hilang, dirham yang hilang dan anak yang hilang.

Namun Sebenarnya Kisah Tentang Bapa Yang Baik Hati, Bapa Yang Murah Hati Dan Mengampuni.

Kisah ini tercantum di dalam lukas 15. Perumpamaan ini diceritakan guna menanggapi gerundelan kaum farisi dan ahli kitab ketika melihat. Kita tahu ceritanya bagaimana si bungsu akhirnya sadar kembali dan bangkit kembali ke rumah bapanya, dan bersedia menjadi orang upahan bapanya.

Orang Farisi Dan Ahli Taurat Serta Para Pendengar Yesus Lainnya Bisa Belajar Dari Pengalaman Putra Bungsu Itu.

Jika kita menghubungkan cerita ini dengan konteks ketika yesus menyampaikan perumpamaan ini, maka anak sulung adalah gambaran dari orang farisi dan ahli taurat; Namun kisah anak yang hilang memiliki keunikan dibandingkan kedua perumpamaan lain dimana. Misinterpretasi perumpamaan anak yang hilang (khotbah nomer 2 tentang perumpamaan anak yang hilang) misinterpreting the prodigal son (sermon number 2 on the prodigal son) oleh dr.

Kali Ini Dengan Perumpamaan Anak Yang Hilang.

Sedangkan bapa menggambarkan allah sendiri. Dalam perumpamaan anak yang hilang ada tiga tokoh yag menonjol, yaitu: Anak sulung, bapa dan anak bungsu.

You May Also Like