Apa saja tips untuk menjaga kepercayaan diri?

Apa saja tips untuk menjaga kepercayaan diri?, Cara percaya diri, cara menghilangkan rasa malu, cara gar tidak malu di dedepan wanita,cara agar tidak malu di dedepan laki-laki, cara agar tidak malu di depan pria,

Apa saja tips untuk menjaga kepercayaan diri?

tigabelas.my.id ~ Sebelumnya mohon maaf jika jawaban saya kurang memuaskan, karena saya sendiri juga sedang belajar untuk selalu percaya diri.

Sebenarnya dari kecil saya tipe orang yang kurang percaya diri, baik karena terpengaruh sama omongan orang lain, atau memang karena saya yang tidak percaya diri.

Jadi dari kecil, saya sering diejek 'pesek' oleh orang-orang di dekat saya. Bahkan saudara saya juga sering bilang saya pesek. Karena memang kenyataannya saya memiliki hidung pesek. Bagi saya waktu itu, kalimat yang mereka ucapkan merupakan suatu ejekan. Meskipun sebenarnya mereka hanya bermaksud untuk bercanda, tidak lebih. Tapi yang namanya anak kecil diomongi seperti itu, pasti muncul rasa kesal. Hingga akhirnya mama saya berkata seperti ini

`Gapapa mereka bilang kamu pesek, gausah marah. Bilang aja 'gapapa aku pesek, aku sekyu (pesek ayu)'.

Setiap ada yang bilang saya pesek, mama saya selalu mengulang kalimat yang sama, hingga akhirnya saya merasa percaya diri dengan apa yang sudah Tuhan takdir kan untuk saya. Lambat laun saya pun terbiasa dengan omongan seperti itu, dan saya tidak lagi merasa kesal.

Semakin bertambah umur, semakin luas pergaulan, menandakan semakin beragam teman yang saya miliki. Ada yang pendiam, ada yang ngomongnya suka ceplas ceplos, dan masih banyak lagi. Sewaktu SD dan SMP saya masih sering dapet omongan seperti itu. Namun saya bodoamat. Hingga saya memasuki SMA dan kuliah saat ini juga saya masih sering mendengar kalimat tersebut. Namun belakangan ini kalimat itu menjadi lebih kompleks.

'kamu pesek banget ya'

'kamu kurus banget'

'kamu ga punya alis ya?'

'makan yang banyak dong'

'jerawatmu makin banyak, rajin cuci muka dong'

'baju yang kamu pake kegedean, jadi kayak orang-orangan sawah'

'jangan pake baju yang press body, jelek tau. Keliatan makin kurus'

Dan masih banyak lagi.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kalimat tersebut, karena pada kenyataannya memang saya seperti itu. Namun mungkin cara mereka menyampaikan kalimat tersebut dengan nada yang kurang enak di dengar. Sehingga saya pun merasa tidak percaya dengan diri sendiri.

Saya pun mulai berpikir, sampai kapan saya akan terpengaruh dengan omongan orang lain? Sampai kapan saya merasakan tekanan batin, tekanan mental hanya karena omongan orang lain? Hingga akhirnya saya mencoba untuk selalu percaya diri dengan melakukan hal-hal berikut :

Bersyukur:
Mengingat bahwa semua yang telah diciptakan Tuhan selalu sempurna, tidak kurang tidak lebih. Memang bagi orang lain itu tidak sempurna. Tapi saya yakin bahwa semua yang ada pada diri saya ini yang paling sempurna versi 'saya'.

Memperbaiki penampilan:
Saya berusaha untuk memperbaiki penampilan, mulai dari belajar merawat muka dengan rajin mencuci muka dan rajin menggunakan basic skin care (meskipun belum bisa rutin, tapi saya tetap berusaha), memperhatikan pakaian yang saya gunakan.

Membuang pikiran negatif
Membuang pikiran negatif memang tidak mudah. Tapi dengan memperbanyak kegiatan positif, maka secara tidak langsung akan mengurangi pikiran pikiran negatif tersebut.

Fokus pada kemampuan
Salah satu cara untuk selalu percaya diri adalah dengan fokus pada kemampuan yang kita punya. Saya pun masih belajar untuk fokus pada kemampuan saya dan berusaha untuk mengasah kemampuan tersebut. Sehingga tidak banyak waktu untuk memikirkan omongan orang lain.

Bagaimana agar kita selalu bisa mencintai dan menghargai diri sendiri?

Saya kira ini adalah pertanyaan yang penting untuk dijawab.

  1. Mungkin perlu kita sadari bahwa sebagian besar individu mempunyai keinginan untuk dicintai. Kita masih memiliki harapan untuk meneruskan hidup karena kita dicintai atau ada harapan bahwa kita bisa dicintai oleh orang lain. Akan tetapi, mindset yang terbentuk seperti ini sebetulnya membentuk kepribadian yang dependen, lemah, dan selalu bergantung kepada hal-hal di luar diri kita. Kita dicintai oleh orang lain, maka kita baru hidup.
  2. Sebetulnya kita perlu menyadari bahwa kita perlu belajar mencintai diri sendiri terlebih dahulu. Yang saya maksud di sini sangatlah berbeda dengan narsisme. Seorang narsis tidak mampu mencintai diri sendiri, sebab dia tidak mengenal siapa dirinya. Dia bergantung kepada hal-hal lain untuk menjadi "diri yang hebat", entah itu kecerdasan, ketenaran, tampilan fisik maupun seksual, keuangan, dan lain sebagainya yang bersifat objektifikasi.
  3. Jika kita mencintai diri, maka kita dapat menyadari bahwa setiap dari diri kita adalah individu yang berharga. Manusia yang dicipta dan lahir sebagai makhluk yang hidup dan relasional. Kita bukanlah objek, somewhere deep down, kita menyadari bahwa "si aku ini" adalah pribadi yang unik, yang mempunyai martabat dan tujuannya yang baik. Jika kita tidak menyadari tujuan dan makna hidup yang ada dalam diri kita, maka kita tidak mungkin bisa melihat diri sebagai individu yang berharga, malah kita akan menghakimi diri sendiri dan membenci manusia di depan kaca itu.
  4. Selain itu, kita juga bisa mencintai diri dengan relasi-relasi yang berharga di sekeliling kita. Saya tidak percaya bahwa manusia itu lahir dengan sendirinya. Pasti ada orang tua, saudara, teman, atau orang-orang yang berharga dalam hidup ini. Ingatlah memori-memori yang indah yang telah mereka berikan kepada kita, dan yang kita berikan kepada mereka - itulah yang jadi sumber bahwa selain Anda adalah individu yang dicintai, Anda juga adalah individu yang mencintai. Ada cinta dalam diri Anda, sehingga itu yang membuat Anda cintaable, dan cinta-giver.

Jangan menilai diri Anda sebagai benda, tetapi sebagai manusia. Itulah cara untuk mencintai diri sendiri.

"Tanpa objek, manusia tidak bisa hidup. Namun, barangsiapa hidup dengan objek saja, dia bukan manusia".

Mungkin itu beberapa tips yang saya terapkan pada diri saya sendiri, agar saya selalu percaya diri dimanapun saya berada.