HONDA bagai Butiran debu Tanpa MARQUEZ

MOTOGP honda tanpa marques bagai butiran debu,motogp 2020 terbaru, motogp ktm ,Marc Márquez, marquez juara dunia berapa kali, marquez 93 ,motogp marquez kecelakaan ,motogp marquez cedera, jadwal motogp 2020 terbaru

HONDA bagai Butiran debu Tanpa MARQUEZ
Motogp marques honda

tigabelasnews ~ Bos KTM Tech3, Herve Poncharal, mengakui tentang pentingnya talenta para pembalap untuk ajang MotoGP pada saat ini. Selain itu, sosok pembalap muda nan potensial juga merupakan aset besar bagi setiap tim di kelas premier ajang grand prix.

Karena itu, Poncharal sedikit menyangkal bahwa produksi motor merupakan hal utama bagi para pembalap jika ingin tampil moncer. Meski bisa menjadi faktor penting, tetapi Poncharal menilai kemampuan pembalap yang justru akan menentukan prestasi.

Sebagai contoh, Poncharal akhirnya menunjuk Honda yang tampil begitu perkasa dalam beberapa musim terakhir. Hadrinya Marc Marquez membuat Honda tak terbendung hingga selalu menjadi yang terdepan dalam tiga musim terakhir.

Awalnya, Honda sempat mengklaim bahwa kehebatan Marquez menjadi juara dunia tidak lepas dari kegemilangan sang motor, RC213V. Namun, semua itu terbantahkan ketika Marquez absen di MotoGP 2020 karena mengalami cedera.

Secara mengejutkan, Honda justru menjadi butiran debu ketika Marquez tak memperkuat produsen asal Jepang tersebut. Bahkan tim pabrikan mereka yakni Repsol Honda saat ini menjadi tim papan bawah klasemen Tim MotoGP 2020 dengan koleksi 15 poin.

Mereka yang hanya mengandalkan rookie Alex Marquez dan test rider Stefan Bradl tidak bisa berbuat banyak. Bahkan hingga seri kelima MotoGP 2020, Honda baik dari tim pabrikan maupun satelit gagal meraih podium satu pun di awal musim ini.

“Semua orang telah memahami bahwa pembalap adalah elemen kunci di MotoGP,” ungkap Poncharal, mengutip dari Paddock-GP, Minggu (6/9/2020).

“Lihatlah Honda, mereka telah kehilangan pembalap terbaik mereka dan saat ini mereka tidak ada di mana-mana,” tambahnya.

“Itulah kuncinya saat ini bahwa pembalap muda (potensial) adalah masa depan,” pungkas pria berkebangsaan Prancis tersebut.